ETIKA DALAM AGAMA KHONGHUCU

ETIKA DALAM AGAMA KHONGHUCU

Makalah ini disusun untuk perbaikan maklah tugas klompok 

Dosen         : Hj. SitiNadroh, M. Ag

 

Di susun oleh :

Elita karlian

1110032100017 

 

 

 

 

 

JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA

FAKULTAS USHULIDDIN DAN FILSAFAT

UNIVERSITAS ISLM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2012 

Etika dalam agama Khonghucu

 

Etika    dalam pengertian       Umum (Ensklopedia Indonesia1980), etika diartikan sebagai ilmu tentang kesusilaan, yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup dalam masyarakat. Sedangkan Professor Dr. lin Yu Tang, dalam bukunya yang berjudul “My Country and  My People”, 1936,mengartikan bahwa moral konfusiani itu sebagai “Upaya manusia untuk memperoleh kebijakan dalam garis-garis kebijaksanaan dan berperilaku sebagai raja.

Dilihat dari ajaran-ajaran agama khonghucu di lihat dari kitab sucinya, tampaknya khonghucu sangat menekankan pentingnya nilai-nilai  etika. MenurutKhonghucu etika itu penting untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Untuk mengenal ajaran etika Khonghucu secara mendalam, maka kita harus mengenal apa yang disebut dengan San Kang (tiga hubungan tata karma), Ngo Lun (Lima norma kesopanan dalam masyarakat ), Pa Te (Delapan sifat mulia atau delapan kebijakan ), pentingnya nilai belajar bagai manusia dan etika terhadap makluk halus.

 

San kang (tiga hubungan tatakrama)

Pengertian dari San Kang atau tiga hubungan tata krma iniadalah :

  • Hubungan raja dengan menteri  atau atasan dengan bawahan

Ungkapan khonghucu :

            “seorang raja memperlakukan mentrinya dengan Li  (kesopanan atau penuh dengan budi pekerti   yang  baik). Seorang mentri mengabdi kepada  raja  dengan kesetiaannya. ” (LunGi III: 19)

            Perkataan khonghucu diatas menggambarkan bahwa seorang pemimpin haruslah bersifat arif dan bijaksana terhadap orang yang dipimpinnya, dan begitu juga seorang bawahan haruslah dapat menghormati atasannya sebagaimana layaknya seorang atasan.

 

  • Hubngan orang tua dengan anak

Khonghucu juga membicarakan tentang hubungan bapak dengan anak-anaknya, dan juga sebaliknya hubungan anak dengan orang tuanya.

Perkataan khonghucu :

            “ Raja berfungsi  sebagai  raja, menteri berfungsi sebagai menteri, ayah berfungsi sebagai  ayah dan anak berfungsi sebagai anak. ” (LunGi XII: II) Perkataan khonghucu di atas menggambarkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari , seseorang harus dapat menempatkan fungsi sosialnya dengan baik.

 

  • Hubungan suami dengan istri

Bagi Khonghucuhu bungan suami dengan istri haruslah juga didasarkan pada sifat-sifat baik dan terpuji. Seorang suami haruslah dapat menghormati istrinya dan begitu juga sebaliknya.  Hal ini dapat dilihat dari kata-kata Mencius di bawahini:

            “Menurut  (mengikuti)  sifat-sifat  yang  benar itulah jalan suci bagi seorang wanita”.  (Mencius III, 2;2) istri yang baik itu adalah istri yang tunduk dan patuh terhadap printah suaminya, dan istri yang tidak baik adalah istri yang selalu melanggar perintah suaminya.

Jika seorang istri dapat menuruti perintah suaminya, bukan berarti suami dapat berbuat sekehendak hatinya, namun suami hendaklah dapat berbuat  yang terbaik untuk istrinya. Bagi khanghucu sebaiknya suami  bersikap sebagai seorang kuncu (manusia budiman)  yang dapat menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga.

dalam Referensi lain pengertian dan pembagian San Kang sebagai berikut :

San Kang: 3 Hubungan

 

  • Tian (Tuhan)

Sembahyang Besar pada Tuhan yaitu 1 tahun 4 X (sembahyang disetiap musim):

1) bulan Lunar tgl 9 (sembahyang Semi)

2) bulan Lunar  tgl 5/5 (sembahyang pa cung, musim panas)

3) bulan Lunar tgl 15/8 (sembahyang musim gugur)

4) 21-22 Desember (sembahyang Musim dingin)

 

  • Di (Alam semesta)

Sembahyang pada alam 1 tahun 3 X

1)      15/1 yaitu cap gomeh

2)      13-29/7 yaitu jing he ping

3)      15/10 yaitu He Gwan

 

  • Ren (manusia)

Sembahyang kepada manusia 1 tahun 2 X

1)      4-5 April                      :Cin Ming

2)      24 Desember               :antar persaudaraan

 

 

Ngo Lun (lima norma kesopanan dalam masyarakat)

Ngo Lun itu juga disebut sebagai Wu Luen, yang artinya juga  “lima norma kesopanan dalam masyarakat”. Baik Ngo Lun, maupun Wu Luen, mempunyai arti  yang sama.

Orang harus menjaga lima hubungan ini, karna lima hubungan timbale balik sebagai sesuatu lingkaran keseimbangan hidup, yaitu hubungan yang seimbang.[1]

            Dalam San Kang dibicarakan tentang: (1) Hubungan raja dengan menteri atau hubungan atasan dengan bawahan, (2) Hubungan Ayah dengan anak, (3) hubungan suami dengan istri. Dalam Ngo Lun,ketiga hubungan tersebut ditambah dengan dua hubungan lagi yaitu : (1) Hubungan saudara dengan saudaradan (2) Hubungan teman dengan teman.

 

  • Hubungan saudara dengan saudara

Perkataan Khonghucu tentang hubungan saudara dengan saudara:

            “Seorang muda, di rumah hendaklah berlaku bakti, di luar (rumah) hendaklah bersikap rendah hati, hati-hati sehingga dapat dipercaya, menaruh cinta kepad amasyarakat, dan berhubungan erat dengan orang yang  berpericintakasih.” (LunGi, I:6)

Perkataan khonghucu diatas tidak secara jelas menerangkan hubungan antara saudara dengan saudara, khonghucu  mengatakan  “Seorang muda, di rumah hendaklah adil…” perkataan ini bisa diartikan khonghucu menekankan dalam kehidupan berkeluarga sbaiknya yang tua (saudara yang tua) hendaklah menghormati  yang muda (saudara yang muda).

  • Hubungan teman dengan teman

Khonghucu mengatakan :

            “Ada tiga macam sahabat  yang membawa manfaat dan ada tiga seorang sahabat yang membawa celaka. Seorang sahabat yang lurus, yang jujur, dan yang berpengetahuan luas, akan membawa manfaat. Seorang sahabat yang licik, yang lemah dalam hal-hal baik, dan hanya pandai memutar lidah akan membawa celaka. (LunGi, XIV : 4)

Sahabat  yang member manfaat itu menuru t khonghucu bukanlah dilihat dari besar kecilnya materi yang  dimilikinya, tapi yang terpenting adalah sahabat yang  memiliki pengetahuan yang banyak. Pengetahuan bagi khonghucu adalah penting, sebab dengan pengetahuan  yang  banyak, orang dapa tmembentuk manusia  yang  bodoh menjadi pintar, miskin menjadi  kaya, terbelakang menjadi maju, dan lain-lain.

            Khonghucu juga berkata; “ada tiga macam kesukaan yang membawa faedah, dan ada tiga macam kesukaan yang membawa celaka.Suka memahami kesusilaan dan music, suka membicarakan perbuatan orang lain, dan suka bersahabat dengan orang-orang bijaksana, akan membawa faedah. Suka akan kesombongan dan kemewaha, suka bermalas-malasan dan berkeliaran, dan suka berpesta pora yang tiada artinya, akan membawa celaka.” (LunGi, XVI :5)

            Khonghucu juga berkata: “Bila teman bersalah maka berilah nasehat agar ia dapat kembali kejalan yang benar. Bila ia tidak mau, janganlah memaksanya, itu hanya akan memalukan diri sendiri.” (LunGi, XII: 23)

Mnculnya lima hubungan ini karna kofiusius melihat timbulnya kekacauan di Cina karna pangeran tidak bertindak sebagai pangeran, warga negar a tidak bertindak sebagai warga negara, ayah tidak bertindak sebagai  ayah dan seterusnya. Ia merasa bahwa langkah pertama kearah transformasi dari dunia yang tidak teratur adalah melalui upaya  agar setiap orang mengakui dan memenuhi tempatnya sendiri sesuai dengan kedudukannya masing-masing.[2]

 

Sifat-sifat mulia dalam ajaran khonghucu

 

Wu Chang (lima sifat yang mulia)

Lima sifat mulia atau sifat dasar keluhuran budi

Tzu-chang bertanya kepada Kong Hu Cu tentang keluhuran budi. Kong Hu Cu menjawab, “ia yang dapat memasukan lima hal kedalam kebiasaan di mana pun di bawah langit akan menjadi orang yang berbudi luhur.” Tzu-Chang terus bertanya apa saja kelima hal tersebut, dan ia menjawab, “kesopanan, kemurahan hati, kesetiaan, ketekunan, dan kebaikan hati. Bila kamu berlaku sopan, kamu tidak akan dihina; bila kamu murah hati kamu akan memenangkan orang banyak; bila kamu setia, orang lain akan mempercayaimu; bila kamu tekun, kamu akan berhasil; dan bila kamu baik hati,kamu akan memimpin orang lain.” (A 17.6).[3]

Lima sifat yang mulia (Wu Chang) terdiri dari:

  • PengertianRen/Jin/Jen: (cinta kasih) 

Menurut Houston Smith, kata ren/jin/jen ini dapat di terjemaahkan banyak arti seperti kebaikan, dari manusia ke manusia, pemurah hati,cinta, dan juga diartikan sbagai berhati manusia. Dalam pandangan khonghucu dalam kehidupan jen merupakan inti sari dari kesempurnaan adi kodrati, yang diakuinya sendiri belum pernah dilihatnya terwujud sepenuhnya.

Gagasan khonghucu mengenai yi (peri keadilan kelurusan) jauh lebih berbeda dengan gagasannya terhadap jen(prikemanusiaan). Gagasan mengenai yi lebih bersifat aga formal. Sedangkan gagasan jen  jauh lebih bersifat kongkrit.

Ketika Hwan-Thi (murid Konghucu) bertanya tentang cinta kasih (perikemausiaan), khonghucu menjawab : “prikemanusiaan (cinta kasih) itu dapat trwujud dengan jalan mencintai orang lain.” (Lun Gi XII,22). Hwan-thi bertanya lagi tentang kebijaksanaan, dan khonghucu menjawab: “kebajikan itu adalah seseorang yang dapat mengenal orang lain”. (Lun Gi XX, 22:2)

Jen juga mencakup suatu perasaan manusiawi terhadap orang lain dan juga penghormatan pada diri sendiri, suatu perasaan mengenai keagungan martabat manusia di dunia ini. Apabila kita memiliki jen, maka akan muncul sikap seperti murah hati, percaya, dan dermawan.

Fung Yu Lan mengatakan bahwa jen  adalah salah satu yang penting dalam pemikiran khonghucu.Jen menurut Fung Yu Lan adalah sebuah kata yang dapat merangkum semua kualitas moral yang akan digunakan oleh seseorang dalam hubungannya dengan yang lain.

  • Pengertian I/Gi

Chau Ming, mengartikan  I atau Gi, sebagai rasa solidaritas, rasa senasib-sepenanggungan dan rasa membela kebenaran. Sedangkan Fung Yu Lan mengartikan i atau gi sebagai “keadilan” dan “kebenaran”. Hal ini dapat terlihat dalam khonghucu, “seorang Kuncu(manusia budiman) hanya mengerti akan kebenaran, sebaliknya seorang rendah budi hanya mengerti akan keuntungan.” (Lun Gi IV: 16).

Bagi khonghucu, I/Gi suatu hal yang amat penting dalam kehidupan manusia, bahkan lebih penting dari harta dan ketenangan. Dalam hal ini khonghucu berkata, “tidak memiliki I/Gi namun memiliki kekayaan dan ketenangan, hal itu bagiku hanya merupakan awan yang mengapung di langit.” (Lun Gi VII: 16) khonghucu berkata lagi, “Bila melihat I/Gi namun tudak melakukan sesuatu, itu adalah perbuatan yang tanpa memiliki kebenaran.” (Lun Gi III:24)

Menurut  khonghucu , keberanian harus disertai  dengan kebenaran (I/Gi), kebenaran harus diletakan diatas keberanian.

  • Pengertian Li/Lee

Pengertian Li menurut khonghucu adalah “sopan-santun” dan “tata krama” atau “budi pekerti”. Suatu hubungan yang dilakukan oleh manusia yang satu dengan yang lain harus dilakukan dengan Li. Li adalah suatu pedoman yang harus ditaati oleh manusia dalam berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

Khonghucu mengartikan Li ini sebagai “ritus” atau “upacara”.[4]

Ada juga yang mengatakan bahwa Li mengandung pengertian dua macam:

Berarti peraturan-peraturan atau kaidah-kaidah yang menjadi keseimbangan dalam hidup manusia, adalah suatu cara atau jalan segala sesuatu  yang  harus dilalui oleh siapapun

Berarti ritual (upacara) dalam sepanjang hidup manusia.[5]

  • Pengertian Ce/Ti (bijaksana) 

Konsep kebijaksanaan menurut khonghucu :

“bila kita melihat orang yang bijaksana, kita harus berusaha menyamainya. Bila kita melihat orang yang tidak bijaksana kita harus memeriksa dan melihat dalam diri kita sendiri”. (Lun Gi IV:17)

Dari perkataan diatas khonghucu sangat menekankan pentingnya sikap Ti atau Ce, karna sikap itu dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi seseorang.

  • Pengertian Sin

Sin artinya “dapat dipercaya”. Seseorang tidak hanya percaya pada dirinya sendiri tapi juga harus dapat dipercaya oleh orang lain.  Menurut khonghucu, Sin mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, tanpa Sin  seseorang tidak banyak mempunyai arti dalam masyarakat.

Pengertian Pa Te (delapan sifat mulia)

 

  • Siau/Hau

Siau/Hau dapat diartikan rasa bakti yang tulus terhadap orang tua, guru, dan leluhur. Seorang anak harus dapat berbakti kepada orang tuanya , baik orang tuanya masih hidup maupun sudah meninggal dunia.

  • Thi/Tee

Thi/Tee dapat diartikan sebagai rasa hormat terhadap yang lebih tua diantasa saudara. Maksudnya dalam kehidupan rumah tangga seorang adik harus menghormati kakanya. Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari, yang muda menghormati yang tua.

  • Cung/Tiong

Cung atau Tiong,  dapat diartikan sebagai setia terhadap atasan, setia terhadap teman dan kerabat.

  • Sin

Sin dapat diartikan kepercayaan, rasa untuk dapat dipercaya atau menepati janji, orang yang dapat menepati janji amat disegani oleh orang lain, namun orang yang tidak dapat menepati janji akan dibenci oleh orang lain.

  • Lee/Li

Lee atau Lee dapat diartikan sebagai sopan santun, tatak rama dan budi pekerti.

  • I/Gi

I/Gi dapat diartikan sebagai rasa solidaritas, rasa senasib dan sepenanggungan dan mau membela kebenaran serta menolak hal-hal yang dirasakan tidak baik dalam hidup.

  • Lien/Liam

Lien/Liam dapat diartikan memperaktekan cara hidup yamg sederhana dan tidak melakukan penyelewengan.

  • Che/Thi

Che/Thi diartikan dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang amoral atau hal-hal yang dapat merusak moral.

 

Chun Tzu atau kuncum enurut pandangan konghucu

 

Setelah seseorang dapat melaksanakan San Kang, Ngo Lun, Wu Chang, dan Pa Te. Maka ia akan sampai pada pengertian manusia  yang ideal  yang oleh khonghucu  disebut Chun Tzu atau  kuncu (manusia budiman). Ini dapat di wujudkan melalui  pengembangan watak dan moral yang baik berdasarkan ajaran khonghucu. Chun tzu merupakan salahsatu tujuan dari hidup manusia

Cu-Khong (muridkonghucu) bertanya tentang hal seorang kuncu. Khonghuchu menjawab, “ia mendahulukan pekerjaan, dan selanjutnya  kata-katanya disesuaikan.” (LunGi 11,13) Khonghucu berkata lagi, seorang kuncu mengutamakan kepentingan umun, bukan kelompok, seorang rendah budi mengutamakan kelompok bukan kepentingan umum.” (lunGi 11, 14).[6]

 

Ajaran-ajaran Konghucu yang di kembangkan oleh murid-muridnya

Itulah ajran yang di ajarkan oleh guru Khonghucu tetapi pada abad ke-2 setelah guru Khonghucu meninggal, murid-murinya mengembangkan ajaran-ajarannya. Sebagian ajaran Guru Konghucu yang di kembangkan oleh murinya yaitu :

Muridnya yang bernama Meng Zie berpendapat bahwa semua manusia dilahirkan pada dasarnya  baik, Meng zie berpendapat seperti itu karna dia melihat manusia dari segi 4 sifat kebajikan, yang ada di dalam diri manusia yang di ajarkan Guru Khongcu.

4 sifat kebajikan itu yaitu :

  • Ren      : Cinta kasih
  • Yi        : Kebenaran
  • Li         : Kesusilaan
  • Zhi       : Kebijaksanaan

Dan muridnya yang bernama Sun Tzu berpendapat bahwa semua manusia yang dilahirkan pada dasarnya tidak baik atau buruk. Sun Tzu berpendapat seperti itu karna dia melihat manusia dari segi 4 sifat buruk di dalam diri manusia yang diajarkan oleh Guru Khonghucu.

4 sifat buruk itu yaitu:

  • Hi        : Gembira
  • Mo       : Marah
  • Ai        : sedih
  • Lo        : Senang.

Itulah sebagian kecil ajaran Guru Khonghucu yang dikembangkan oleh murid-muridnya.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Tanggok, Ikhsan.  Mengenallebihdekat agama Konghuchu di Indonesia. Jakarta: PelitaKebajikan, 2005.

Arifin, Muhammad.  BelajarMemahamiAjaran Agama-Agama Besar.  Jakarta: C.VS. Sera Jaya, 1980.

Dawson, Raymond. Kong Hu Cu PenataBudayaKerajaanLangit. Jakarta: Grafiti, 1999.

Ali, Mukti.  Agama-Agama di Dunia.  Yogyakarta: IAIN SunanKalijaga Press, 1988.

 

[1] M arifin, BelajarMemahamiAjaran Agama-Agama Besar( Jakarta: C.VS. Sera Jaya),h. 26.

[2]Muktiali, Agama-Agama di Dunia( Yogyakarta: IAIN SunanKalijaga Press, 1988),h. 221.

 

[3] Raymond Dawson, Kong Hu Cu PenataBudayaKerajaanLangit( Jakarta: Grafiti, 1999),h.56.

[4]M IkhsanTanggok, Mengenallebihdekat agama Konghuchu di Indonesia ( Jakarta: PelitaKebajikan, 2005),h. 60-76.

[5] M arifin, BelajarMemahamiAjaran Agama-Agama Besar( Jakarta: C.VS. Sera Jaya),h. 25.

[6] M IkhsanTanggok, Mengenallebihdekat agama Konghuchu di Indonesia ( Jakarta: PelitaKebajikan, 2005),h. 77-84.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s